Sains Teknologi x Agro | Pelestarian Daerah Wisata melalui Daur Ulang Sampah Plastik
Sampah
plastik bersifat non-biodegradabel sehingga menjadi pernyumbang kerusakan
lingkungan terbesar. Sampah plastik memiliki senyawa-senyawa berbahaya yang
dapat merusak ekosistem dan kelangsungan makhluk hidup. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia
(INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indonesia
memproduksi sampah plastik hingga 64 juta ton tiap tahunnya. Sampah plastik
yang dibuang ke laut sebanyak 3,2 juta ton.
Berdasarkan hasil diskusi daring bersama salah satu pemuda
Kabupaten Pasaman Barat bahwa Pasaman Barat dapat menghasilkan sampah plastik
sebanyak 10 ton lebih. Sampah-sampah tersebut kadang mengalir sampai ke Pantai
Tugu yang mana merusak keindahan alam, ekosistem, dan mengganggu makhluk hidup
karena menelan plastik tersebut.
Plastik memiliki berbagai macam jenis, setiap jenis memiliki
karakteristik dan kegunaan yang berbeda. Untuk mengetahui perbedaan tiap jenis
plastik ditandai dengan simbol yang ada pada plastik tersebut.
Tabel 1. Simbol,
Karakteristik, Kegunaan, dan Daur Ulang Plastik (Pravitasari, 2009)
|
Simbol |
Karakteristik dan Kegunaan |
Daur Ulang |
|
|
Polyethylene
Terephthalate (PET, PETE) PET transparan,
jernih, dan kuat. Biasanya dipergunakan sebagai botol minuman (air mineral, jus, soft drink, minuman olah raga)
tetapi tidak untuk air hangat atau panas. |
Serpihan dan pelet PET
yang telah dibersihkan dan didaur ulang dapat digunakan untuk membuat serat benang karpet, fiberfill,
dan geotextile. Jenis ini biasa disebut dengan Polyester |
|
|
High
Density Polyethylene (HDPE) HDPE dapat digunakan
untuk membuat berbagai macam tipe botol. Plastik tipe ini dapat digunakan
untuk mengemas deterjen dan bleach. |
Kemasan produk
non-pangan seperti kemasan shampo, kondisioner, pipa, ember,
dll. |
|
|
Polyvinyl
Chloride (PVC) Memiliki karakter fisik
yang stabil dan tahan terhadap bahan kimia, pengaruh cuaca, aliran, dan sifat
elektrik. Biasa digunakan untuk pipa
dan kontruksi bangunan. |
Bahan ini paling sulit
untuk didaur ulang. |
|
|
Low
Density Polyethylene (LDPE) Biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang
lembek (madu, mustard). |
Barang dengan kode ini
bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat
makanan. |
|
|
Polypropylene
(PP) PP memiliki daya tahan
yang baik terhadap bahan kimia, kuat, dan memiliki titik leleh yang tinggi
sehingga cocok untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman
seperti tempat menyimpan makanan,
botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. |
Biasanya didaur ulang
menjadi casing baterai, sapu, sikat,
dll. |
|
|
Polystyrene
(PS) PS biasa dipakai
sebagai bahan tempat makan styrofoam,
tempat minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dll. Pemakaian
bahan ini sangat dihindari untuk mengemas makanan karena bahan styrine dapat
masuk ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. |
Bahan sekali pakai, dilarang untuk penggunaan lebih. |
|
|
Other
Plastik yang
menggunakan kode ini terbuat dari resin yang tidak termasuk enam golongan
yang lainnya, atau terbuat dari lebih dari satu jenis resin dan digunakan
dalam kombinasi multi-layer. |
|
Sampah plastik dapat dijadikan sebuah bisnis yang
menguntungkan. Bisnis daur ulang sampah plastik terbagi menjadi dua jenis,
yaitu dalam bentuk produk dan jasa.
1. Bisnis dalam bentuk produk terbagi dalam dua
jenis, yaitu produk setengah jadi yang biasanya sebagai bahan pembuat produk
jadi dan produk siap jadi seperti dompet, tas, celengan anak-anak, tas laptop,
keranjang, tempat pensil, dan lain-lain.
Gambar 1. Produk daur ulang sampah
plastik dari Project B Yogyakarta
Gambar 2. Produk daur ulang sampah plastik dari Ecoist
2. Bisnis
dalam bentuk jasa seperti melakukan workshop cara membuat kerajinan dari sampah
plastik, pelatihan dalam membuat business plan, dan mengadakan seminar untuk
menambah wawasan tentang daur ulang sampah plastik sebagai bentuk mendukung
ramah lingkungan. (Putra, 2010)
Komentar
Posting Komentar